I'm currently too anxious about my job search, and this is Saturday evening for God sake, so I try to loosen myself a little by doing simple useless thing, and at last I choose to do ndun's activity in her blog. So, here we go! :D
RULES of THE GAME
1. Put your music on shuffle.
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
1. WHAT WOULD BEST DESCRIBE YOUR PERSONALITY?
Coldplay - Violet Hill (bury me in armour - descriptive enough :D)
2. WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
Take Me To Your Heart - MLTR (All I need is someone who makes me wanna sing -- so true indeed)
3. HOW DO YOU FEEL TODAY?
SO7 - Terjamah Yang Lain (****, apa yang kau dengar? -- wew, it's quite right in one side, actually)
4. WHAT IS YOUR MOTTO?
SO7 - Perhatikan, Rani!
5. WHAT IS YOUR LIFE'S PURPOSE?
Airbiscuit - Lately (Radio Edit) (Making love to you baby -- well.. that's... definitely... one of my life purposes :P)
6. WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
The Beatles - Revolution 1 (so all of you think that I bring the revolution?)
7. WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
Arashi - Smile (Instrumental) (Someone's passing! Should I smile? Yes? No? Yes? No?)
8. WHAT IS 2+2?
SO7 - Terlintas 2 Kata (2 kata: angka empat)
9. WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
Artist - Vienna Waltz Track 1 (instrumental) (let's dance through this life!)
10. WHAT DO YOU THINK OF THE PERSON YOU LIKE?
Chrisye - Cintaku (self explanatory)
11. WHAT IS YOUR LIFE STORY?
London Symphony Orchestra - Coda (The Nutcracker) (interesting enough)
12. WHAT DO YOU WANT TO BE WHEN YOU GROW UP?
Coldplay - Viva La Vida (king that went poor? -.-;)
13. WHAT WILL THEY PLAY AT YOUR FUNERAL?
The Beatles - Tomorrow Never Knows (my player definitely knows what song to play :D)
14. WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
Norah Jones - Painter Song (seems like I... regret... my wedding? -.-;)
15. WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
Space Cowboys - These Dreams (dream comes true... yaa.. bener sih hati gue jedag jedug kaya musik dugem :P)
16. WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST?
Jack Johnson - Posters (hobi nempel poster? :D)
17. WHAT IS YOUR BIGGEST SECRET?
DJ Sammy - L'bby Haba (dugem gak minta ijin? -.-;)
18. WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
The Beatles - Getting Better (it's getting better since I have my friends :))
19. WHAT'S THE WORST THING THAT COULD HAPPEN?
Jamie Cullum - Our Day Will Come (I'm afraid of... marriage? :)))
20. WHAT MAKES YOU CRY?
SO7 - Mantan Kekasih (percayalah, kau tak aku sesali *sambil nangis bombay*)
21. WHAT MAKES YOU LAUGH?
SO7 - Ingin Pulang (.___.)
22. WHAT IS THE ONE THING YOU REGRET?
Jack Johnson - Holes to Heaven (self explanatory)
23. HOW WILL YOU DIE?
Jikustik - Selamat Malam Dunia (koit pas lagi ngapel????? :)))
24. WILL YOU EVER GET MARRIED?
The Beatles - Magical Mystery Tour (it's a mystery indeed)
25. WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
Beatles - Old Brown Shoe (I'm so glad you came here, it won't be the same now, I'm telling you. -- my parents are glad I'm here :D)
26. DOES ANYONE LIKE YOU?
London Symphony Orchestra - Final Waltz and Apotheosis (The Nutcracker) (some people love ending, some people don't.)
27. WHAT SCARES YOU THE MOST?
Dream Theater - Only A Matter of Time (it's only a matter of time indeed)
28. IF YOU COULD GO BACK IN TIME, WHAT WOULD YOU CHANGE?
Lea Salonga - Two Words (wait a minute, I WAS married? xD)
29. WHAT WILL YOU POST THIS AS?
BEP - Let's Get Retarded (yea, this is retarded indeed xD)
31 January 2009
11 January 2009
Getting Ready For The Next Phase
I'm already here for about 7 months. This month is (hopefully) the last month which I'm still having full-time college. The next phase will be the main dish, finding job, having full-time employment and distance education. Am I ready? Dunno actually. But ready or not, the time has arrived. Hope for the best, prepare for the worst. Wish me luck! :)
03 November 2008
About UU APP
It is stated that pornographic material must be demolished (burned) in the UU. I, then, wonder whether if there will be a case in which it is a person that must be burned, simply because (s)he is too hot for the people around him/her that whatever (s)he does, wear, use will rouse sexual intention of minimum 1 people.
That will be an interesting case indeed *lol*
That will be an interesting case indeed *lol*
03 September 2008
Dad's Last Gift
Bokap gue seneng banget jalan-jalan. Dan gue sebagai anaknya tentu saja selalu diajak kemana2. Kalo hari sabtu sudah datang, kami hampir pasti akan pergi memancing, mulai dari ke sungai Siak yang deket ampe Simalinjang ama tempat2 transmigrasi yang tempatnya jauuu....h sekali banget amat sangat sumpe de. But we like it, of course. Kalo liburnya 4 hari ke atas, waaahhh waktunya jalan2 keliling Indonesia... pakai mobil tentunya heheheh. Yah berhubung gue tinggal di Pekanbaru saat kecil, jalan2 4 hari gak jauh2 amat, berkisar pulau Sumatra lah. Yang paling sering itu ya ke Sumatra Barat, karna emang enak buat jalan2.
Kemudian tibalah saat itu, tahun 1996. Gue kelas 6 SD. Bokap pergi vulkanisir ban dengan nyokap. Balik-balik gue dikasih tau nyokap bahwa bokap pingsan di tempat vulkanisir ban, trus tangan kanannya sampai sekarang lemes. It took awhile for us asking around some hospitals to actually know that my dad was hit by stroke. Stroke wasn't a popular illness back then in Pekanbaru. The worst thing about stroke, is that it will hit your confidence. Dad suddenly think himself as a very pathetic man. It doesn't take long until he got the second stroke and fall in coma. Illness prey upon those who think less of him/herself.
Seiring dengan stroke tersebut, kebiasaan memancing dan jalan2 hilang dengan sendirinya. Nyokap sibuk merawat bokap, sehingga akhirnya gue dititipkan di rumah keluarga. Hal ini berlanjut selama setahun. Saat gue kembali ke rumah, bokap udah bisa pulang lagi dari rumah sakit dan semangat hidupnya akhirnya bertambah kuat. Keadaan beliau bertambah baik dan semua orang merasa gembira.
Sampai akhirnya bokap mendapat serangan stroke ketiga.
Saat itu sore hari. Kakak gue tiba2 pulang tergopoh2 dengan panik. Ternyata saat dia dan temannya pulang melewati sebuah jalan, para preman jalan itu sedang berulah. Dia bisa melarikan diri tapi temannya tidak. Bokap jadi panik, dan kemudian kita berangkat kembali untuk mencari temannya kakak gue tersebut. Ternyata dia sudah dibawa ke rumah sakit, yah untungnya masih hidup. Bokap stres berat melihatnya. Besoknya beliau mengatakan sakit di sekitar rahang, and we know what it is. Sorenya beliau sudah tidak bisa berbicara lagi, dan lusanya beliau kejang2 dan masuk ke status koma lagi.
This time he couldn't recover as much as he did last time. Beliau bisa jalan kembali, tapi tidak bisa bicara, tangan kanan tidak bisa digerakkan, dan kemampuan intelektualnya menurun tajam. Pengetahuannya bisa disamakan dengan anak umur 5 tahun.
But, well, life goes on. Keuangan keluarga ancur2an tapi untungnya bokap udah memberikan pelajaran berharga bagi anak2nya. Salah satunya adalah, gak kerja gak makan. Gak kerja gak sekolah. Dan pendidikan adalah hal yang utama. Saat bokap masih sehat kita semua dididik dengan keras. Saking kerasnya, kalau sekarang cara pendidikan bokap bisa dikatakan kekerasan pada anak dalam rumah tangga dan pelanggaran HAM. Tapi bokap tau persis apa yang dilakukannya, apa efeknya, dan kami secara tidak sadar berkembang menjadi apa yang beliau inginkan. Kakak gue saat kelas 1 SMP pernah ditinggalkan di tempat transmigrasi sendirian bersama anak2 buah transmigrasi selama seminggu. Tujuannya supaya dia liat kehidupan anak2 buah transmigrasi dan bergaul dengannya, karna ada kemungkinan dia harus menggantikan bokap buat proyek2 selanjutnya.
Kita semua jadi terbiasa melakukan berbagai upaya untuk melanjutkan hidup. Gue pernah jualan sampul. Kk gue ada yang jadi calo. Yang lain ada yang ngamen. Yang pinteran (yang paling tua) bisa dapet beasiswa dan gak pernah perlu dikirimin uang. Yah, yang penting bisa lanjut hidup dan sekolah.
Hidup terus berlanjut sampai suatu saat bokap kembali terkena serangan stroke. Dan beliau tetap bertahan. Dokter yang merawat beliau sampai bingung dan kagum akan semangat hidup beliau.
Bertahun-tahun berlalu, pada tahun 2004 beliau menolak untuk jalan. Dengan demikian beliau hanya bisa tergolek di tempat tidur dan untuk jalan pagi menghirup udara segar beliau diletakkan di kursi roda. Dasar tu bokap ya, udah sakit gitu masih aja kalo ketemu anak2nya maen perintah2, walaupun gak jelas dia ngomong apa hahahah :))
Tahun 2007 anak bungsunya tamat. Berarti selesai sudah tugas beliau mengantar semua anaknya sarjana. Pencapaian luar biasa bagi bokap dan nyokap gue yang keduanya Ahli Madya.
Dan demikianlah yang memang dilakukan beliau. Bertahan hidup sampai tugasnya selesai melihat semua anaknya sarjana. Meskipun beliau terlihat tidak tau apa2, gue yakin banget hatinya tau apa yang terjadi. Beliau menunggu sampai akhirnya gue mendapat panggilan untuk melanjutkan pendidikan di US, dan pulang kampung untuk melihat beliau dan mengucapkan selamat tinggal. Dan, yang akhirnya gue tau, itulah pertemuan terakhir gue dengan beliau semasa beliau masih hidup.
Beliau menunggu sampai kami semua bisa mandiri. Beliau bertahan hidup demi melihat semua anaknya berhasil. Setelah kami semua bisa mandiri, dan setelah mengucapkan selamat tinggal dengan gue yang memang akan pergi dalam waktu jauh dan lama, beliau dengan lega bisa berhubungan lebih erat lagi dengan Tuhan dan melanjutkan perjalanannya.
Saat itu 27 Agustus 2008. Nyokap melihat beliau demam tinggi sejak kemarin. Dikasih obat gak turun2 panasnya. Akhirnya beliau dibawa ke rumah sakit. Gak berapa lama di rumah sakit, jantung beliau berhenti. RJP dilakukan, tapi beliau dan Tuhan sudah tidak ingin dipisahkan lagi. Sekitar pukul 19.30 WIB, bokap menghadap Tuhan.
Beliau ternyata juga memberikan hadiah terakhir bagi gue. Gue akhirnya bisa mendapatkan tiket pesawat, setelah melalui hari yang melelahkan untuk mencarinya, dengan bantuan teman2. Perjalanannya memakan waktu sekitar 33 jam, lama di transit. Setelah sampai Singapore, gue baru kepikiran. Saat pertama pergi ke US, gue pergi ke arah timur, melewati hong kong, taiwan, samudra pasifik, hawaii, los angeles sampai ke iowa. Sekarang gue kembali melewati houston, eropa, russia, singapore dan kembali ke Pekanbaru. Dad's last gift adalah hal yang ingin kami lakukan sejak dulu. Keliling dunia. And he gave that to me, upon his death. He never stops to make me amazed :)
Salah satu pelajaran lain yang diberikan bokap adalah, berusaha lah sebaik mungkin, sertai dengan doa, dan kau akan diberikan segala sesuatu yang engkau perlukan, bukan yang engkau inginkan. Dan yakinlah apapun yang tersedia untukmu saat itu adalah cukup, gak bakal kurang. Uang gue sekarang tinggal $300, dan gue masih harus mencari kerja nanti bulan februari. Tapi pelajaran dari bokap membuat gue yakin, segitulah uang yang gue perlukan. Kalau perlu lebih, pasti akan ada cara dari Tuhan buat memberikannya.
Thx a bunch, Dad. I will always be missing you. Be happy there to know that we are fine here. Ach, of course you already know that, that's why you step further to reunite with God :)
Kemudian tibalah saat itu, tahun 1996. Gue kelas 6 SD. Bokap pergi vulkanisir ban dengan nyokap. Balik-balik gue dikasih tau nyokap bahwa bokap pingsan di tempat vulkanisir ban, trus tangan kanannya sampai sekarang lemes. It took awhile for us asking around some hospitals to actually know that my dad was hit by stroke. Stroke wasn't a popular illness back then in Pekanbaru. The worst thing about stroke, is that it will hit your confidence. Dad suddenly think himself as a very pathetic man. It doesn't take long until he got the second stroke and fall in coma. Illness prey upon those who think less of him/herself.
Seiring dengan stroke tersebut, kebiasaan memancing dan jalan2 hilang dengan sendirinya. Nyokap sibuk merawat bokap, sehingga akhirnya gue dititipkan di rumah keluarga. Hal ini berlanjut selama setahun. Saat gue kembali ke rumah, bokap udah bisa pulang lagi dari rumah sakit dan semangat hidupnya akhirnya bertambah kuat. Keadaan beliau bertambah baik dan semua orang merasa gembira.
Sampai akhirnya bokap mendapat serangan stroke ketiga.
Saat itu sore hari. Kakak gue tiba2 pulang tergopoh2 dengan panik. Ternyata saat dia dan temannya pulang melewati sebuah jalan, para preman jalan itu sedang berulah. Dia bisa melarikan diri tapi temannya tidak. Bokap jadi panik, dan kemudian kita berangkat kembali untuk mencari temannya kakak gue tersebut. Ternyata dia sudah dibawa ke rumah sakit, yah untungnya masih hidup. Bokap stres berat melihatnya. Besoknya beliau mengatakan sakit di sekitar rahang, and we know what it is. Sorenya beliau sudah tidak bisa berbicara lagi, dan lusanya beliau kejang2 dan masuk ke status koma lagi.
This time he couldn't recover as much as he did last time. Beliau bisa jalan kembali, tapi tidak bisa bicara, tangan kanan tidak bisa digerakkan, dan kemampuan intelektualnya menurun tajam. Pengetahuannya bisa disamakan dengan anak umur 5 tahun.
But, well, life goes on. Keuangan keluarga ancur2an tapi untungnya bokap udah memberikan pelajaran berharga bagi anak2nya. Salah satunya adalah, gak kerja gak makan. Gak kerja gak sekolah. Dan pendidikan adalah hal yang utama. Saat bokap masih sehat kita semua dididik dengan keras. Saking kerasnya, kalau sekarang cara pendidikan bokap bisa dikatakan kekerasan pada anak dalam rumah tangga dan pelanggaran HAM. Tapi bokap tau persis apa yang dilakukannya, apa efeknya, dan kami secara tidak sadar berkembang menjadi apa yang beliau inginkan. Kakak gue saat kelas 1 SMP pernah ditinggalkan di tempat transmigrasi sendirian bersama anak2 buah transmigrasi selama seminggu. Tujuannya supaya dia liat kehidupan anak2 buah transmigrasi dan bergaul dengannya, karna ada kemungkinan dia harus menggantikan bokap buat proyek2 selanjutnya.
Kita semua jadi terbiasa melakukan berbagai upaya untuk melanjutkan hidup. Gue pernah jualan sampul. Kk gue ada yang jadi calo. Yang lain ada yang ngamen. Yang pinteran (yang paling tua) bisa dapet beasiswa dan gak pernah perlu dikirimin uang. Yah, yang penting bisa lanjut hidup dan sekolah.
Hidup terus berlanjut sampai suatu saat bokap kembali terkena serangan stroke. Dan beliau tetap bertahan. Dokter yang merawat beliau sampai bingung dan kagum akan semangat hidup beliau.
Bertahun-tahun berlalu, pada tahun 2004 beliau menolak untuk jalan. Dengan demikian beliau hanya bisa tergolek di tempat tidur dan untuk jalan pagi menghirup udara segar beliau diletakkan di kursi roda. Dasar tu bokap ya, udah sakit gitu masih aja kalo ketemu anak2nya maen perintah2, walaupun gak jelas dia ngomong apa hahahah :))
Tahun 2007 anak bungsunya tamat. Berarti selesai sudah tugas beliau mengantar semua anaknya sarjana. Pencapaian luar biasa bagi bokap dan nyokap gue yang keduanya Ahli Madya.
Dan demikianlah yang memang dilakukan beliau. Bertahan hidup sampai tugasnya selesai melihat semua anaknya sarjana. Meskipun beliau terlihat tidak tau apa2, gue yakin banget hatinya tau apa yang terjadi. Beliau menunggu sampai akhirnya gue mendapat panggilan untuk melanjutkan pendidikan di US, dan pulang kampung untuk melihat beliau dan mengucapkan selamat tinggal. Dan, yang akhirnya gue tau, itulah pertemuan terakhir gue dengan beliau semasa beliau masih hidup.
Beliau menunggu sampai kami semua bisa mandiri. Beliau bertahan hidup demi melihat semua anaknya berhasil. Setelah kami semua bisa mandiri, dan setelah mengucapkan selamat tinggal dengan gue yang memang akan pergi dalam waktu jauh dan lama, beliau dengan lega bisa berhubungan lebih erat lagi dengan Tuhan dan melanjutkan perjalanannya.
Saat itu 27 Agustus 2008. Nyokap melihat beliau demam tinggi sejak kemarin. Dikasih obat gak turun2 panasnya. Akhirnya beliau dibawa ke rumah sakit. Gak berapa lama di rumah sakit, jantung beliau berhenti. RJP dilakukan, tapi beliau dan Tuhan sudah tidak ingin dipisahkan lagi. Sekitar pukul 19.30 WIB, bokap menghadap Tuhan.
Beliau ternyata juga memberikan hadiah terakhir bagi gue. Gue akhirnya bisa mendapatkan tiket pesawat, setelah melalui hari yang melelahkan untuk mencarinya, dengan bantuan teman2. Perjalanannya memakan waktu sekitar 33 jam, lama di transit. Setelah sampai Singapore, gue baru kepikiran. Saat pertama pergi ke US, gue pergi ke arah timur, melewati hong kong, taiwan, samudra pasifik, hawaii, los angeles sampai ke iowa. Sekarang gue kembali melewati houston, eropa, russia, singapore dan kembali ke Pekanbaru. Dad's last gift adalah hal yang ingin kami lakukan sejak dulu. Keliling dunia. And he gave that to me, upon his death. He never stops to make me amazed :)
Salah satu pelajaran lain yang diberikan bokap adalah, berusaha lah sebaik mungkin, sertai dengan doa, dan kau akan diberikan segala sesuatu yang engkau perlukan, bukan yang engkau inginkan. Dan yakinlah apapun yang tersedia untukmu saat itu adalah cukup, gak bakal kurang. Uang gue sekarang tinggal $300, dan gue masih harus mencari kerja nanti bulan februari. Tapi pelajaran dari bokap membuat gue yakin, segitulah uang yang gue perlukan. Kalau perlu lebih, pasti akan ada cara dari Tuhan buat memberikannya.
Thx a bunch, Dad. I will always be missing you. Be happy there to know that we are fine here. Ach, of course you already know that, that's why you step further to reunite with God :)
07 August 2008
Mac vs PC vs Linux: South Park Edition
Mac vs PC:
http://www.metacafe.com/watch/889524/south_park_mac_vs_pc_parody/
South Park Mac Vs Pc Parody - Click here for more blooper videos
Mac vs PC vs Linux:
http://www.metacafe.com/watch/1216086/south_park_mac_vs_pc_vs_linux/
South Park Mac Vs. PC Vs. Linux - Funny videos are here
http://www.metacafe.com/watch/889524/south_park_mac_vs_pc_parody/
South Park Mac Vs Pc Parody - Click here for more blooper videos
Mac vs PC vs Linux:
http://www.metacafe.com/watch/1216086/south_park_mac_vs_pc_vs_linux/
South Park Mac Vs. PC Vs. Linux - Funny videos are here
14 July 2008
Tips dan Trik Untuk Mendapatkan Visa Amerika Serikat bagian 1
Seperti yang sudah pernah saya janjikan dulu, saya akan membahas tips dan trik untuk mendapatkan visa Amerika Serikat. Cara ini paling bisa diterapkan untuk kasus seperti saya, yaitu melanjutkan pendidikan, tetapi akan bisa diterapkan juga untuk semua kasus mendapatkan visa non-immigrant.
Saat saya diterima oleh universitas tempat saya melanjutkan pendidikan ini, mereka mengirimkan beberapa dokumen bantuan, salah satunya termasuk tips dan trik untuk mendapatkan visa. Dokumen ini saya rasa sangat berguna, karena itu saya akan bagi pengetahuan yang saya dapat dari dokumen ini dan dari pengalaman pribadi dan orang lain yang juga diterima di sini. Tips dan trik ini panjang, tapi saya jamin tidak akan rugi membacanya kalau anda ingin mendapatkan visa Amerika Serikat :)
Bagian I: Tahap persiapan.
1. Persiapkan semua dokumen yang diperlukan, dokumen pendukung yang bisa ditanyakan, dan dokumen yang kira2 bisa memperkuat alasan untuk mendapatkan visa. Pastikan anda membawa dokumen asli, bukan fotokopi.
Untuk mendapatkan visa, pasti ada dokumen yang wajib ada untuk diberikan atau diperlihatkan kepada petugas visa yang akan mempertimbangkan pemberian visa kepada anda. Sebagai contoh, saya ingin mendapatkan visa F1. Maka dokumen wajib yang harus saya bawa adalah dokumen I-20, paspor, dokumen DS-156, DS-157, DS-158, NIV Appointment System. Silahkan ke sini untuk melihat dokumen wajib apa yang anda butuhkan (di situs tersebut ada tips dan trik juga loh!).
Harap diperhatikan ada ukuran khusus untuk pas foto dokumen visa. Silahkan mencari tempat cuci cetak foto yang memang menerima cuci cetak foto untuk visa Amerika Serikat. Ada banyak toko kok. Panduan foto yang benar akan ada di NIV Appointment System, tanyakan dulu kepada penjaga toko cuci cetak nya apakah dia tahu syarat ukuran untuk foto visa ke US itu apa saja, bandingkan jawabannya dengan dokumen NIV Appointment System, kalau jawabannya ngaco tinggalkan saja tokonya, cari toko lain. Apa itu NIV Appointment System, akan dijelaskan nanti.
Selain dokumen wajib, ada dokumen-dokumen lain yang kira-kira akan bisa ditanyakan. Contohnya untuk kasus saya adalah surat referensi Bank. Dalam dokumen I-20 diketik bahwa saya harus membayar sejumlah uang untuk pendidikan saya, dan petugas visa tentu ingin memeriksa apakah saya punya uang tersebut. Cara membuktikannya adalah dengan memperlihatkan surat referensi Bank (atau sebenarnya memperlihatkan buku tabungan juga bisa, tapi saya kurang nyaman membawa buku tabungan, takut hilang di jalan). Silahkan pikirkan kira-kira dokumen pendukung yang bisa ditanyakan untuk kasus anda (sertifikat TOEFL, diploma, transkrip nilai, GRE, GMAT, pick yours).
Dokumen selain itu adalah dokumen yang dapat memperkuat alasan anda untuk mendapatkan visa. Contohnya adalah surat beasiswa, kartu keluarga dan surat tanah anda (yang menandakan anda punya ikatan di Indonesia, dapat memperkuat untuk kasus mendapat visa non-immigrant), surat rekomendasi, surat jaminan kembali dari orang tua (untuk kasus saya yang akan melanjutkan pendidikan), dan lain lain.
Saya ingatkan sekali lagi, bawa dokumen asli. Contohnya, untuk kartu keluarga, bawa kartu keluarga asli, jangan fotokopi. Wah, bisa ilang dong? Barangnya dijaga baik-baik dong kalau begitu :)
Luangkan waktu yang cukup untuk mengurus dokumen-dokumen ini, niscaya waktu yang anda luangkan tidak akan terbuang percuma. Walaupun tidak semua dokumen ditanyakan (dalam kasus saya, saya menyiapkan 18 dokumen, yang dipakai 5 dokumen saja), kesiapan semua dokumen tersebut membuat kita lebih percaya diri dan membantu kita membuat sebuah kasus permintaan visa yang tidak dapat ditolak oleh petugas visa. Anda tidak ingin waktu, tenaga dan uang yang telah anda korbankan untuk mendapat visa terbuang percuma karena kurang 1 dokumen tambahan saja, kan?
2. Persiapkan kasus anda.
Anda perlu meyakinkan petugas visa dalam 3 hal pokok:
Pertama, dia harus yakin anda tahu benar alasan anda pergi ke Amerika Serikat. Contohnya, untuk kasus saya, petugas visa harus yakin saya tahu benar tentang universitas yang akan saya masuki. Dia bertanya tentang apa nama universitasnya, dimana tempatnya, gelar yang akan saya dapatkan, apa yang saya ketahui tentang jurusan yang akan saya pelajari, kenapa saya memilih untuk masuk ke universitas ini, dan hal lain yang dapat memberikan petunjuk bahwa saya tahu benar tentang universitas ini.
Kedua, dia harus yakin anda mempunyai kemampuan finansial yang cukup untuk pergi ke, hidup selama di, dan pulang dari Amerika Serikat. Anda dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang membeberkan kemampuan finansial anda, contohnya untuk kasus saya adalah surat referensi Bank, surat keterangan di dokumen I-20 bahwa saya mendapat keringanan finansial dan hanya diwajibkan membayar untuk membayar sejumlah uang selama berada di Amerika Serikat.
Ketiga, dia harus yakin anda mempunyai ikatan (dan niat baik) untuk kembali ke Indonesia setelah urusan anda di Amerika Serikat selesai. Untuk kasus saya, saya mempersiapkan kartu keluarga, surat tanah, kartu nama yang menandakan bahwa saya punya pekerjaan di Indonesia, surat rekomendasi atasan yang menyatakan bahwa saya memang ditugaskan untuk belajar dan diharapkan akan kembali lagi ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.
3. Latihan untuk wawancara.
Berlatihlah bersama teman/pacar/orang tua/rekan anda. Minta teman anda menjadi petugas visa dan menanyakan hal-hal yang mungkin akan ditanyakan oleh petugas visa sesuai dengan poin 2 di atas. Hal ini juga akan membantu untuk menyiapkan kasus anda, dan membuat anda dapat menjawab pertanyaan petugas visa lebih cepat saat wawancara sebenarnya. Latih juga rasa percaya diri anda saat bertemu orang asing ;)
Luangkan waktu yang cukup untuk tahap persiapan ini, persiapan yang matang membuat anda lebih percaya diri dalam menghadapi pertanyaan petugas visa.
Setelah menyiapkan dokumen atau sembari menyiapkan dokumen, silahkan membuat perjanjian untuk wawancara. Wawancara dapat dilakukan di 2 tempat di Indonesia, yaitu di Jakarta dan Surabaya. Silahkan memilih tempat yang paling sesuai. Ada dokumen yang harus diisi dan dokumen yang harus dicetak dari website ini tersebut, silahkan baca website nya baik-baik. Dokumen yang harus dicetak adalah NIV Appointment System yang berisi nomor perjanjian wawancara, hari, tanggal dan waktu wawancara, serta pas foto anda. Jangan lupa untuk membawa dokumen-dokumen ini saat wawancara. Tips: gunakan Microsoft/Windows Internet Explorer untuk mengakses web-web di atas, pengembang web tersebut membuat website yang tidak browser friendly.
Tahap persiapan telah selesai, saatnya melangkah ke tahap kedua, yaitu tahap wawancara visa itu sendiri. Tahap kedua akan dibahas dalam post tersendiri, harap sabar menunggu :)
Saat saya diterima oleh universitas tempat saya melanjutkan pendidikan ini, mereka mengirimkan beberapa dokumen bantuan, salah satunya termasuk tips dan trik untuk mendapatkan visa. Dokumen ini saya rasa sangat berguna, karena itu saya akan bagi pengetahuan yang saya dapat dari dokumen ini dan dari pengalaman pribadi dan orang lain yang juga diterima di sini. Tips dan trik ini panjang, tapi saya jamin tidak akan rugi membacanya kalau anda ingin mendapatkan visa Amerika Serikat :)
Bagian I: Tahap persiapan.
1. Persiapkan semua dokumen yang diperlukan, dokumen pendukung yang bisa ditanyakan, dan dokumen yang kira2 bisa memperkuat alasan untuk mendapatkan visa. Pastikan anda membawa dokumen asli, bukan fotokopi.
Untuk mendapatkan visa, pasti ada dokumen yang wajib ada untuk diberikan atau diperlihatkan kepada petugas visa yang akan mempertimbangkan pemberian visa kepada anda. Sebagai contoh, saya ingin mendapatkan visa F1. Maka dokumen wajib yang harus saya bawa adalah dokumen I-20, paspor, dokumen DS-156, DS-157, DS-158, NIV Appointment System. Silahkan ke sini untuk melihat dokumen wajib apa yang anda butuhkan (di situs tersebut ada tips dan trik juga loh!).
Harap diperhatikan ada ukuran khusus untuk pas foto dokumen visa. Silahkan mencari tempat cuci cetak foto yang memang menerima cuci cetak foto untuk visa Amerika Serikat. Ada banyak toko kok. Panduan foto yang benar akan ada di NIV Appointment System, tanyakan dulu kepada penjaga toko cuci cetak nya apakah dia tahu syarat ukuran untuk foto visa ke US itu apa saja, bandingkan jawabannya dengan dokumen NIV Appointment System, kalau jawabannya ngaco tinggalkan saja tokonya, cari toko lain. Apa itu NIV Appointment System, akan dijelaskan nanti.
Selain dokumen wajib, ada dokumen-dokumen lain yang kira-kira akan bisa ditanyakan. Contohnya untuk kasus saya adalah surat referensi Bank. Dalam dokumen I-20 diketik bahwa saya harus membayar sejumlah uang untuk pendidikan saya, dan petugas visa tentu ingin memeriksa apakah saya punya uang tersebut. Cara membuktikannya adalah dengan memperlihatkan surat referensi Bank (atau sebenarnya memperlihatkan buku tabungan juga bisa, tapi saya kurang nyaman membawa buku tabungan, takut hilang di jalan). Silahkan pikirkan kira-kira dokumen pendukung yang bisa ditanyakan untuk kasus anda (sertifikat TOEFL, diploma, transkrip nilai, GRE, GMAT, pick yours).
Dokumen selain itu adalah dokumen yang dapat memperkuat alasan anda untuk mendapatkan visa. Contohnya adalah surat beasiswa, kartu keluarga dan surat tanah anda (yang menandakan anda punya ikatan di Indonesia, dapat memperkuat untuk kasus mendapat visa non-immigrant), surat rekomendasi, surat jaminan kembali dari orang tua (untuk kasus saya yang akan melanjutkan pendidikan), dan lain lain.
Saya ingatkan sekali lagi, bawa dokumen asli. Contohnya, untuk kartu keluarga, bawa kartu keluarga asli, jangan fotokopi. Wah, bisa ilang dong? Barangnya dijaga baik-baik dong kalau begitu :)
Luangkan waktu yang cukup untuk mengurus dokumen-dokumen ini, niscaya waktu yang anda luangkan tidak akan terbuang percuma. Walaupun tidak semua dokumen ditanyakan (dalam kasus saya, saya menyiapkan 18 dokumen, yang dipakai 5 dokumen saja), kesiapan semua dokumen tersebut membuat kita lebih percaya diri dan membantu kita membuat sebuah kasus permintaan visa yang tidak dapat ditolak oleh petugas visa. Anda tidak ingin waktu, tenaga dan uang yang telah anda korbankan untuk mendapat visa terbuang percuma karena kurang 1 dokumen tambahan saja, kan?
2. Persiapkan kasus anda.
Anda perlu meyakinkan petugas visa dalam 3 hal pokok:
Pertama, dia harus yakin anda tahu benar alasan anda pergi ke Amerika Serikat. Contohnya, untuk kasus saya, petugas visa harus yakin saya tahu benar tentang universitas yang akan saya masuki. Dia bertanya tentang apa nama universitasnya, dimana tempatnya, gelar yang akan saya dapatkan, apa yang saya ketahui tentang jurusan yang akan saya pelajari, kenapa saya memilih untuk masuk ke universitas ini, dan hal lain yang dapat memberikan petunjuk bahwa saya tahu benar tentang universitas ini.
Kedua, dia harus yakin anda mempunyai kemampuan finansial yang cukup untuk pergi ke, hidup selama di, dan pulang dari Amerika Serikat. Anda dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang membeberkan kemampuan finansial anda, contohnya untuk kasus saya adalah surat referensi Bank, surat keterangan di dokumen I-20 bahwa saya mendapat keringanan finansial dan hanya diwajibkan membayar untuk membayar sejumlah uang selama berada di Amerika Serikat.
Ketiga, dia harus yakin anda mempunyai ikatan (dan niat baik) untuk kembali ke Indonesia setelah urusan anda di Amerika Serikat selesai. Untuk kasus saya, saya mempersiapkan kartu keluarga, surat tanah, kartu nama yang menandakan bahwa saya punya pekerjaan di Indonesia, surat rekomendasi atasan yang menyatakan bahwa saya memang ditugaskan untuk belajar dan diharapkan akan kembali lagi ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.
3. Latihan untuk wawancara.
Berlatihlah bersama teman/pacar/orang tua/rekan anda. Minta teman anda menjadi petugas visa dan menanyakan hal-hal yang mungkin akan ditanyakan oleh petugas visa sesuai dengan poin 2 di atas. Hal ini juga akan membantu untuk menyiapkan kasus anda, dan membuat anda dapat menjawab pertanyaan petugas visa lebih cepat saat wawancara sebenarnya. Latih juga rasa percaya diri anda saat bertemu orang asing ;)
Luangkan waktu yang cukup untuk tahap persiapan ini, persiapan yang matang membuat anda lebih percaya diri dalam menghadapi pertanyaan petugas visa.
Setelah menyiapkan dokumen atau sembari menyiapkan dokumen, silahkan membuat perjanjian untuk wawancara. Wawancara dapat dilakukan di 2 tempat di Indonesia, yaitu di Jakarta dan Surabaya. Silahkan memilih tempat yang paling sesuai. Ada dokumen yang harus diisi dan dokumen yang harus dicetak dari website ini tersebut, silahkan baca website nya baik-baik. Dokumen yang harus dicetak adalah NIV Appointment System yang berisi nomor perjanjian wawancara, hari, tanggal dan waktu wawancara, serta pas foto anda. Jangan lupa untuk membawa dokumen-dokumen ini saat wawancara. Tips: gunakan Microsoft/Windows Internet Explorer untuk mengakses web-web di atas, pengembang web tersebut membuat website yang tidak browser friendly.
Tahap persiapan telah selesai, saatnya melangkah ke tahap kedua, yaitu tahap wawancara visa itu sendiri. Tahap kedua akan dibahas dalam post tersendiri, harap sabar menunggu :)
12 July 2008
Quote of the Course: July 12, 2008
But in 10 years, nobody will understand that uml you made.
- student B commenting on student A's uml diagram
So in 10 years they don't know what is the meaning of item? Great.
- student A
*roflmao*
- other students
- student B commenting on student A's uml diagram
So in 10 years they don't know what is the meaning of item? Great.
- student A
*roflmao*
- other students
Subscribe to:
Posts (Atom)
